Virus hepatitis B

Published Januari 12, 2012 by fajarsundari146

   BAB   I. Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Pada era modern saat ini banyak orang yang terkena virus. Salah satunya ialah virus hepatitis. Istilah “Hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis salah satunya hepatitis B yang selanjutnya berkembang menjadi kanker. Gejala penyakit hepatitis virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air the. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.
Hepatitis adalah suatu penyakit peradangan hati yang tidak begitu populer separti AIDS dan HIV, namun sebenarnya tingkat berbahayanya cukup tinggi. Diantara keenam jenis hepatitis tersebut hepatitis A, B, dan C lah yan paling dikenal, sedangkan ketiga tipe hepatitis yang lain memiliki prevalensi (tingkat kejadian) yang rendah. Ketiga tipe hepatitis A, B, maupun C disebabkan oleh virus yang menyerang hati dan mengakibatkan peradangan pada hati.

1.2.Tujuan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui struktur,RNA/DNA,cara infeksi,target pada manusia,dan cara pengobatan virus hepatitis.

BAB II. DASAR TEORI/LANDASAN TEORI

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia,tanaman, ataupun hewan . salah satu virus yang menular ialah virus hepatitis.Penyebab Hepatitis ternyata tak semata-mata virus. Keracunan obat, dan paparan berbagai macam zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor, dan zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern, bisa juga menyebabkan Hepatitis. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap melalui kulit penderita. Menetralkan suatu racun yang beredar di dalam darah adalah pekerjaan hati. Jika banyak sekali zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh, hati bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi menetralkan racun-racun lain. Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik.

BAB III. Pembahasan

Istilah “Hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).

KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.
Penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C sering dialami penduduk Indonesia. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.

A.  Jenis Hepatitis

  • Hepatitis B

Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual

          B. Stuktur Virus

  •  Hepatitis B

Virus hepatitis B (HBV) termasuk famili hepadnaviridaedan genus hepadnavirus, virus DNA,serat ganda parsial (partially double stranded), panjang genom sekitar 3200

pasangan basa, mempunyai envelope/selubung. Protein yang dibuat oleh virus yang bersifat antigenik serta memberi gambaran tentang keadaan penyakit adalah :

a.Antigen permukaan/surface antigen/HbsAg..

b.Antigen core/core antigen/HbcAg.

c.Antigen e/ e antigen

      C. RNA/DNA

  • DNA virus : hepatitis B

      D. Cara Infeksi

          Hepatitis B

  Hepatitis B merupakan bentuk Hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis                                                                                                                                                                       hepatitis lainnya.Penderita Hepatitis B bisa terjadi pada setiap orang dari semua golongan umur. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan virus Hepatitis B ini menular.

  • Secara vertikal, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan.
  • Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama serta hubungan seksual dengan penderita

           Selain itu penyakit ini juga dapat ditularkan melalui cairan tubuh.  Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah  dan gigitan manusia. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi kronik dan sirosis hati sebagai antisipasi, biasanya terhadap darah-darah yang diterima dari pendonor akan di tes terlebih dulu apakah darah yang diterima reaktif terhadap Hepatitis, Sipilis dan HIV

F. Target pada Sel Manusia

  • Hepatitis B

Setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh. Targetnya pada sel hepar manusia.

G. Cara Pengobatan

1.)    Pengobatan Medis

  • Hepatitis B

Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Sekarang memang ada obat baru untuk Hepatitis B yang disebut lamivudin. Obat ini berupa tablet yang dimakan sekali sehari.

2.)    Pengobatan Non Medis

          Hepatitis B disebabkan oleh infeksi infeksi virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik.

Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik (menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Saat ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B kronis yang dapat meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adevosir dan modulator sistem kebal seperti Interferon Alfa.

Selain itu, ada juga pengobatan tradisional  yang dapat dilakukan. Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan Hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat anti radang, kolagogum dan khloretik, yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati. Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis, antara lain yaitu temulawak(Curcuma xanthorrhiza), kunyit(Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran(Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring(Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale).

 BAB IV. PENUTUP

4.1  Kesimpulan

Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi. .

4.2  Saran

  • Berbaga cara untuk menanggulangi penyakit kanker adalah dengan adanya imunisasi Hepatitis B. Hal ini telah terbukti di berbagai Negara di dunia. Mereka menerapkan  program imunisasi Hepatitis B untuk menanggulangi kekerapan kanker dan hasilnya menurun dimasyarakat. Pola makan yang teratur dan sehat, selain itu menghindari mengkonsumsi makanan  yang berkolesterol. Dan juga menghindari kontak langsung pada penderita hepatitis B(maksud kontak langsung disini adalah tidak menggunakan peralatan makan yang digunakan penderita hepatitis B karena kemungkinan peralatan tersebut tidak bersih dalam mencucinya). Menjaga kebersihan perorangan seperti mencuci tangan dengan teliti dan melakukan terpai imunoglobin bagi keluarga penderita. Imunisasi hepatitis B dilakukan sebanyak tiga kali yaitu dasar,satu bulan,enam bulan kemudian.  Semoga masyarakat sadar akan betapa pentingnya kesehatan bagi kehidupan kita.

DAFTAR PUSTAKA

Zuckerman AJ (1996). Hepatitis Viruses. In: Baron’s Medical Microbiology (Baron S et al, eds.), 4th ed., Univ of Texas Medical Branch. ISBN 0-9631172-1-1.

CBN Portal. Swipa. Diakses pada 10 Maret 2007

Ryan KJ; Ray CG (editors) (2004). Sherris Medical Microbiology, 4th ed., McGraw Hill, pp. 544–51. ISBN 0-8385-8529-9.

Alberts B, Johnson A, Lewis J, Raff M, Roberts K, Walter P (2002). Molecular Biology of the Cell, 4th, Garland. NCBI Bookshelf) ISBN 0-8153-3218-1.

Republika Online. Swipa. Diakses pada 24 Oktober 2009

Tabloid Nova Online. Swipa. Diakses 24 Oktober 2009

Website Resmi Kalbe Farma. Swipa. Diakses 24 Oktober 2009

Ikatan Dokter Indonesia. Swipa. Diakses pada 24 Oktober 2009

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: